Sabtu, 12 Maret 2016

Pangkuan-Nya

Dia melangkah lelah di tepi langit
Menenteng sebakul lara
Selalu pasrah dengan rencana yang dirakit
Dengan asa tak nyerah namun pasrah
Berharap Sang Khalik punya bidik
Untuk melempar anak panah inginnya
Meluncur tegap seperti ia mau
Segala mau selalu begitu hingga terjadi
Mimpi lama yang dipaku di atas sajak ilusi
Terlilit utang budi tentang teh sepi
Yang tak berasa sampai lidah merana
Dia pernah menggengam boneka
Boneka titipan-Nya
Titipan Mahakuasa
Tuk dijaga
Hingga akhirnya . . .
Jiwa lemah kembali
Ke pangkuan-Nya
Selamanya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar